Blogger Widgets

Senin, 19 Maret 2012

Trauma akibat pelecehan seksual

  Sebut saja seorang wanita paruh baya bernama ms.X, pekerjaan dia adalah seorang ibu rumah tangga dan penjual sayur mayur di daerah rumah dengan berkeliling. mempunyai 3 orang anak yang baru berumur berkisar SMA,SMP, dan kelas 6 SD, pada suatu pagi sekitar pukul 03.45 wib dia berangkat menuju pasar kemiri muka dikawasan depok, ms.x harus naik angkot yang mengarah ke pasar tersebut, ketika ia menyetop angkot itu, terdapat didalamnya 2 orang laki-laki dan 2 orang wanita, tanpa ragu ms.x langsung menaikinya karena dia berfikir ada sesama wanita didalamnya, ternyata dia di bawa jauh dr area pasar yang seharusnya sudah sampai dari beberapa saat yang lalu, dan 2 orang wanita tersebut turun disekita jln margonda raya. kemudian ms.x di bawa muter mengelilingi kawasan depok dan disuatu tempat dia di perkosa oleh 2 penumpang angkot tersebut beserta sang supir. sampai keadaan ditemukannya ms.x dan kembali kerumah keadaannya masih terlihat shock atas perbuatan yang dialaminya, dan pihak keluargapun amat geram dengan kejadia yang menimpa istri sekaligus ibu mereka.
  Stressor yang menghasilkan gangguan ini selain bencana yang dibuat oleh manusia adalah bencana alam, kecelakaan alat transportasi yang hebat, dan peperangan. 


  Dalam teori kesehatan mental terdapat salah satunya pendapan dari para ahli diantara yang saya ambil adalah teori traumatic dari simud freud. Menurut Sigmund Freud trauma adalah ingatan yang direpresi. Apakah setiap trauma dapat mengakibatkan PTSD? Tentu saja TIDAK. Sebagaimana dikemukakan di atas, trauma luar biasa saja yang dapat menyebabkan PTSD atau dengan istilah lain “Post Traumatic Stress Disorder” . Selain itu faktor lain yang berpengaruh adalah jenis trauma, lamanya kejadian, berulangnya kejadian, latar belakang mental individu, dan tidak kalah penting yaitu dukungan dari teman dan keluarga.
Individu dengan latar belakang mental yang kuat akan tetap tegar meskipun mendapat trauma yang berat. Sebaliknya pada individu yang mudah luka (vulnerable), mendapat trauma yang kecil pun dapat mengalami PTSD.

  Gejala-gejala PTSD bisa berupa perasaan seolah-olah mengalami kembali peristiwa traumatik (flash back), mimpi buruk, kacaunya ingatan, perasaan kecewa, dan gangguan tidur atau insomnia. Juga reaksi kaget yang berlebihan dan waspada berlebihan.
Gejala lainnya adalah gangguan panik, ingin menghindari orang lain, penyalahgunaan zat, sampai dengan gangguan psikotik akut. Juga ada penyangkalan, yaitu penderita tidak ingin berhubungan lagi dengan sesuatu yang dapat mengingatkannya lagi dengan traumanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar