Blogger Widgets

Jumat, 28 Desember 2012

Muktikulturalisme

 MULTIKULTURALISME

1. Pengertian
       Multikulturalisme  pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain.


1.) Menurut Petter Wilson, Dia mengartikan multikulturalisme setelah melihat peristiwa di Amerika, " Di Amerika, multikultural muncul karena kegagalan pemimpin dalam mempersatukan orang Negro dengan orang Kulit Putih". Dari sini dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa konsep multikultural PetterWilson semata-mata merupakan kegagalan dalam mempersatukan kelompok etnis tertentu. Kemudian masalah  penghambatan proses integrasi budaya ini berujung kepada gagalnya atau salahnya perspektif tentang sebuah kesatuan budaya (Unikultural). Yang seharusnya tidak berarti kemajemukan harus dipaksakan untuk menjadi satu, akan tetapi perbedaan itu haruslah menjadi kekuatan untuk bersatu dan berjalan bersama, tanpa adanya konflik.Adanya sebuah konsesus Neo Liberal yaitu datang berdasarkan pada kepentingan ekonomi liberalisme. Juga menjadi faktor penghambat sebuah integrasi bangsa.

2.) Menurut Kenan Malik (1998), multikulturalisme merupakan produk dari kegagalan politik di negara Barat pada tahun 1960-an. Kemudian gagalnya perang Dingin tahun 1989, gagalnya dunia Marxisme kemudian gagalnya gerakan LSM di asia tenggara yang menemukan konsep multikultural yang sebenarnnya.
Jalan keluar dari semua itu menurutnya adalah sebuah keadilan yang masih berpegang pada keanekaragaman budaya yang sejati.



2. Sejarah Multikulturalisme

      Multikulturalisme bertentangan dengan monokulturalisme dan asimilasi yang telah menjadi norma dalam paradigma negara-bangsa (nation-state) sejak awal abad ke-19. Monokulturalisme menghendaki adanya kesatuan budaya secara normatif (istilah 'monokultural' juga dapat digunakan untuk menggambarkan homogenitas yang belum terwujud (pre-existing homogeneity). Sementara itu, asimilasi adalah timbulnya keinginan untuk bersatu antara dua atau lebih kebudayaan yang berbeda dengan cara mengurangi perbedaan-perbedaan sehingga tercipta sebuah kebudayaan baru.
Multikulturalisme mulai dijadikan kebijakan resmi di negara berbahasa-Inggris , yang dimulai di Afrika pada tahun 1999.Kebijakan ini kemudian diadopsi oleh sebagian besar anggota Uni Eropa, sebagai kebijakan resmi, dan sebagai konsensus sosial di antara elit. Namun beberapa tahun belakangan, sejumlah negara Eropa, terutama Inggris dan Perancis, mulai mengubah kebijakan mereka ke arah kebijakan multikulturalisme.Pengubahan kebijakan tersebut juga mulai menjadi subyek debat di Britania Raya dam Jerman, dan beberapa negara lainnya.

3. Jenis-Jenis Multikulturalisme
     Berbagai macam pengertian dan kecenderungan perkembangan konsep serta praktik multikulturalisme yang diungkapkan oleh para ahli, membuat seorang tokoh bernama Parekh (1997:183-185) membedakan lima macam multikulturalisme (Azra, 2007, meringkas uraian Parekh) :
1.    Multikulturalisme isolasionis, mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain.

2.    Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa.

3.    Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.

4.    Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus (concern) dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka.

5.    Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme
http://groups.yahoo.com/group/junge_denkers/message/86

Selasa, 27 November 2012

Akulturasi Psikologi

A. Akulturasi

          Akulturasi merupakan proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayan asing itu lambat laun dapat diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnnya kebudayaan itu sendiri.
Sebagai contoh, masyarakat pendatang berkomunikasi dengan masyarakat setempat dalam acara syukuran, secara tidak langsung masyarakat pendatang berkomunikasi berdasarkan kebudayaan tertentu milik mereka untuk menjalin kerja sama atau mempengaruhi kebudayaan setempat tanpa menghilangkan kebudayaan setempat.

> pengertian menurut para ahli :


1) Koentjaraningrat (1996: 155): Akulturasi adalah suatu proses social yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsure-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsure-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ki dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

2) Menurut Garbarino:"Acculturation (is) the process of culture change as a result of long term, face to face contact between two societies" (Garbarino, 1983).
“Akulturasi (adalah) proses perubahan budaya sebagai akibat jangka panjang, tatap muka kontak antara dua masyarakat "(Garbarino, 1983).

3) Menurut Ta Chee Beng: "Acculturation is the kind of cultural change of one ethnic group or a certain population of ethnic group (A) in relation to another ethnic group (B) such that certain cultural features of A become similar or bear some resemblance to those of B" (Ta Chee Beng, 1988).
“Akulturasi adalah jenis perubahan budaya dari satu kelompok etnis atau populasi tertentu dari kelompok etnis (A) dalam hubungannya dengan kelompok etnis lain (B) sedemikian rupa sehingga budaya tertentu fitur dari A menjadi serupa atau beruang kemiripan kepada mereka dari B "(Ta Chee Beng, 1988).

4) Akulturasi menurut Robert E.Park dan Ernest W.Burgess (1921:735)“comprehends those phenomena which result when groups of individuals having different culture comes into continous first hand contact, with subsequent changes in the original cultural patterns of either or both groups".
“Memahami fenomena yang terjadi ketika kelompok individu yang memiliki budaya yang berbeda datang ke dalam kontak tangan terus pertama, dengan perubahan berikutnya dalam pola-pola budaya asli dari salah satu atau kedua kelompok ".

B. Psikologi

        Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai perilaku dan kognisi manusia. Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

>psikologis menurut para ahli :

 ANAS TAMSURI

Psikologis adalah masalah-masalah perilaku atau emosional yang dapat emningkatkan risiko gangguan cairan, elektrolit, dan asam-basa

 DENNIS J. BILLY
Secara tradisional, suara hati dipahami dalam pengertian psikologis, yaitu kesadaran tentang yang  benar dan yang salah

ABDUL MUJIB
Psikologis adalah pikiran yang melibatkan ide atau intelek untuk memahami dunia dan dirinya

MYRA CHAVE - JONES
Psikologis merupakan gambaran garis besar mengenai cara kerja pikiran kita

 EBEN NUBAN TIMO
Psikologis merupakan keyakinan dan pandangan manusia tentang alam sekitar, manusia, dan Allah

 BILSON SIMAMORA
Psikologis merupakan faktor yang berasal dari dalam individu seseorang dan unsur-unsur psikologis ini meliputi motivasi, persepsi, pembelajaran, kepribadian, memori, emosi, kepercayaan, dan sikap.

 NURSALAM
Psikologis merupakan hal yang merupakan kepribadian dan kemampuan individu dalam memanfaatkannya menghadapi stress yang disebabkan situasi dan lingkungan

WILLY WONG
Psikologis merupakan bentuk dari mekanisme fight dan flight dalam diri manusia

YUSUF QARDHAWI
Psikologis merupakan hal pertama yang mempengaruhi perilaku seseorang

          Jadi, akulturasi psikologis adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan perilaku tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu perilaku asing. Perilaku asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam perilakunya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur periaku kelompok sendiri. Singkatnya terdapat perpaduan antara perilaku sendiri dengan perilaku asing, tanpa menghilangkan unsur perilaku kelompok sendiri.




http://nurulantropologi.blogspot.com/2011/03/asimilasi-dan-akulturasi.html
http://carapedia.com/pengertian_definisi_psikologis_info2055.html








Minggu, 04 November 2012

Akulturasi dan relasi internakulturasi

Pengertian Akulturasi

Dari beberapa ahli menyimpulkan beberapa definisi dari akulturasi, yaitu sebagai berikut :

       Menurut Koentjaraningrat : Akulturasi adalah suatu proses social yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsure-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsure-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ki dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

      Menurut Garbarino:"Acculturation (is) the process of culture change as a result of long term, face to face contact between two societies" (Garbarino, 1983). “Akulturasi (adalah) proses perubahan budaya sebagai akibat jangka panjang, tatap muka kontak antara dua masyarakat "(Garbarino, 1983).

      Menurut Redfield, Linton, Herskovits : Akulturasi meliputi fenomena yang timbul sebagai hasil, jika kelompok-kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu, dan mengadakan kontak secara terus menerus, yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau kedua-duanya.

       Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Contoh akulturasi: Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Ini terjadi di acara Simfoni Semesta Raya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya akulturasi


 Secara garis besar, ada dua faktor yang menyebabkan akulturasi dapat terjadi, yaitu:

Faktor Intern 
  • Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
  • Adanya penemuan baru. Discovery --- penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada. Invention --- penyempurnaan penemuan baru. Innovation ---pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada. Penemuan baru didorong oleh kesadaran masyarakat akan kekurangan unsur dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat.
  • Konflik yang terjadi dalam masyarakat.
  • Pemberontakan atau revolusi
Faktor Ekstern 

  • Perubahan alam
  • Peperangan
  • Pengaruh kebudayaan lain melalui difusi (penyebaran kebudayaan), akulturasi(pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi(pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi).
      Faktor-faktor yang memperkuat potensi akulturasi dalam taraf individu adalah faktor-faktor kepribadian seperti toleransi, kesamaan nilai, mau mengambil resiko, keluesan kognitif, keterbukaan dan sebagainya. Dua budaya yang mempunyai nilai-nilai yang sama akan lebih mudah mengalami akulturasi dibandingkan dengan budaya yang berbeda nilai.

Pengertian Internakulturasi



      Relasi Internakultural adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. Menurut Stewart L. Tubbs, komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras,etnis, atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi).Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi.
       Hamid Mowlana menyebutkan komunikasi antarbudaya sebagai human flow across national boundaries. Misalnya; dalam keterlibatan suatu konfrensi internasional dimana bangsa-bangsa dari berbagai negara berkumpul dan berkomunikasi satu sama lain. Sedangkan Fred E. Jandt mengartikan komunikasi antarbudaya sebagai interaksi tatap muka di antara orang-orang yang berbeda budayanya

Internakultural ini sendiri dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :

1. Dengan negosiasi untuk melibatkan manusia di dalam pertemuan antarbudaya yang membahas satu tema (penyampaian tema melalui simbol) yang sedang dipertentangkan. Simbol tidak sendirinya mempunyai makna tetapi dia dapat berarti ke dalam satu konteks dan makna-makna itu dinegosiasikan atau diperjuangkan

2. Melalui pertukaran sistem simbol yang tergantung daripersetujuan antarsubjek yang terlibat dalam komunikasi, sebuah keputusan dibuat untuk berpartisipasi dalam proses pemberian makna yang sama 

3. Sebagai pembimbing perilaku budaya yang tidak terprogram namun bermanfaat karena mempunyai pengaruh terhadap perilaku kita 

4. Menunjukkan fungsi sebuah kelompok sehingga kita dapat membedakan diri dari kelompok lain dan mengidentifikasinya dengan pelbagai cara

Jadi, akulturasi dan relasi internakultural (komunikasi antar budaya) memiliki relasi atau hubungan yang saling berpengaruh, karena sesuai dengan pengertian akulturasi. Akulturasi ini merupakan bagaimana suatu kebudayaan menerima kebudayaan asing tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya, proses penerimaan kebudayaan ini tidak akan jadi tanpa adanya komunikasi antar budaya (internakultural), karena tanpa adanya komunikasi maka tidak akan terjadi yang namanya pertukaran budaya, dalam komunikasi ini akan terjadi proses saling mempengaruhi antara satu budaya dengan budaya lainnya sehingga terjadilah suatu akulturasi pada suatu kebudayaan.

Senin, 08 Oktober 2012

Transimisi Budaya dan Biologis serta Awal Perkembangan dan Pengasuhan


A. Pengertian Transmisi Budaya

    Budaya sebagai jejak laku manusia, yang diperoleh melalui hasil pembelajaran lengkap dengan unsur bahasa yang menjadi landasannya, sangat terikat dengan apa yang kita namakan ruang-waktu. Dalam ruang, budaya menjelma tradisi. Diikuti oleh turunannya yang kemudian masuk pada wilayah normatif dan relatif. Budaya yang sarat dengan tatanan norma kemasyarakatan, meski terkena hukum etiket. Relatif adanya. Karena hampir di setiap kebudayaan manusia, terdapat patokan yang berbeda untuk menjustifikasi sebuah tindakan budaya apakah beretika atau tidak.
    Setiap kelompok masyarakat tertentu akan mempunyai cara yang berbeda dalam menjalani kehidupannya dengan sekelompok masyarakat yang lainnya. Cara-cara menjalani kehidupan sekelompok masyarakat dapat didefinisikan sebagai budaya masyarakat tersebut. Satu definisi klasik mengenai budaya adalah sebagai berikut: “budaya adalah seperangkat pola perilaku yang secara sosial dialirkan secara simbolis melalui bahasa dan cara-cara lain pada anggota dari masyarakat tertentu (Wallendorf & Reilly dalam Mowen: 1995)”.
    Dari definisi diatas, dapat diketahui bahwa transmisi budaya adalah kegiatan pengiriman atau penyebaran suatu hal dari generasi satu ke generasi berikutnya. dalam perjalanan sebuah transmisi, banyak mengalami proses distorsi dan penetrasi dari budaya lain, hal itu dikarenakan komunikasi antar budaya mengalir tanpa hambatan.

B. Bentuk Transmisi Budaya

     1. Enkulturasi
         Enkulturasi adalah proses dimana kebudayaan diteruskan dari generasi satu ke generasi berikutnya dari intuisi keluarga terutama dari ibu yang terjadi sepanjang kehidupan manusia.
         Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur. Enkulturasi terjadi melalui mereka

     2. Akulturasi
         Akulturasi merupakan Proses dimana terjadinya pertemuan dua kebuadayaan yang berbeda yang akan menghasilkan kebudayaan baru tanpa hilangnya kultur kebuadaayn asli.
         Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Misalnya, bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah), kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini. Berangsur-angsur, nilai-nilai, cara berperilaku, serta kepercayaan dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu. Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah.

     3. Sosialisasi
         Sosialisasi adalah proses dimana seorang individu dari kanak-kanak sampai menjadi dewasa belajar untuk bersosialisasi atau berhubungan dengan orang-orang disekitarnya. Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia menjadi anggota.

C. Pengaruh terhadap perkembangan individu

     a.  Pengaruh enkulturasi terhadap perkembangan psikologis individu
          Proses enkulturasi dapat mempengarushi psikologis individu dimana dalam proses enkulturasi, individu dapat belajar menyesuaikan budaya disekelilingnya melalui sistem adat, norma, dan peraturan-peraturan lain yang berlaku didalamnya.
     b. Pengaruh proses alkulturasi terhadap perkembangan psikologi individu
         Proses alkulturasi juga dapat mempengaruhi psikologis individu. karena didalam alkulturasi akan menhagasilkan adanya kebudayaan-kebudayaan baru yang ada di sekelilingnya yang akan dijumpai oleh seseorang, dimana seseorang harus dapat menyesuaikan diri dengan kebudayaan yang baru masuk ke dalam kebudayaan aslinya.
     c. Pengaruh proses sosialisasi terhadap perkembangan psikologi individu
         Dalam proses sosialisasi seseorang berkembang dari mulai dilahirkan sampai beranjak dewasa, dimana  banyak perkembangan-perkembangan yang terjadi selama berangsurnya proses belajar tersebut. individu belajar mengenal orang-orang disekelilinganya dan lingkungannya melalui sebuah proses sosialisasi yang mebuat seorang individu menjadi aktif didalamnya.

D. Awal Perkembangan dan Pengasuhan

     Transmisi budaya terjadi sesuai dengan bagaimana generasi sebelumnya membimbingnya, yaitu dengan cara  pengasuhan terhadap generasi berikutnya. dimana dalam proses pengasuhan akan  terjadi juga  proses enkulturasi dan akulturasi yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologi individu yang akan menentukan menjadi individu yang seperti apa dalam kehidupan selanjutnya. individu tidak dapat berdidir sendiri tetapi individu memerlukan hubungan dengan orang lain maupun lingkungan disekelilingnya. karena itu manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdidir sendiri.

Sumber :
http://www.imadiklus.com/2012/04/kajian-antropologi-teknologi-pendidikan-kasus-transmisi-budaya-belajar.html

Sabtu, 06 Oktober 2012

Pengertian, Tujuan serta hubungan psikologi lintas budaya dengan ilmu lain

   Psikologi lintas budaya merupakan kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis dalam berbagai budaya, etnik, dan suku bangsa.

A.DEFINISI
   Menurut segall. Dasem dan poortinga, psikologi lintas budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok, keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. definisi ini memunculkan banyak persoalan. menurut saya pribadi, psikologi lintas sendiri itu adalah kajian atau bahasan atau ilmu yang membicarakan etnis dan budaya dari segi psikologis yang terjadi dalam suatu fenomena atau kejadian.
 

B.TUJUAN
Sedangkan tujuan dari pembelajaran / kajian dari psikologi lintas budaya adalah untuk melihat manusian dan perilakunya dengan kebudayaan yang ada disekitar kita. untuk melihat kedua perilaku yang universal dan yang unik untuk mengidentifikasi cara dimana budaya merupakan dampak perilaku kita, kehidupan keluarga, pendidikan, pengalam sosial dan daerah lain.

C. Hubungan-Hubunga psikologi Lintas Budaya dengan Ilmu Lainnya
Antropologi dengan Psikologi Lintas Budaya. Sementara psikologi lintas-budaya dan antropologi sering tumpang tindih, baik disiplin cenderung memfokuskan pada aspek yang berbeda dari suatu budaya. Sebagai contoh, banyak masalah yang menarik bagi psikolog yang tidak ditangani oleh antropolog, yang memiliki masalah mereka sendiri secara tradisional, termasuk topik-topik seperti kekerabatan, distribusi tanah, dan ritual. Ketika antropolog melakukan berkonsentrasi pada bidang psikologi, mereka fokus pada kegiatan dimana data dapat dikumpulkan melalui pengamatan langsung, seperti usia anak-anak di sapih atau praktek pengasuhan anak. Namun, tidak ada tubuh yang signifikan data antropologi pada banyak pertanyaan yang lebih abstrak sering ditangani oleh psikolog, seperti konsepsi budaya intelijen.  banyak masalah yang menarik bagi psikolog yang tidak ditangani oleh antropolog, yang memiliki masalah mereka sendiri secara tradisional, termasuk topik-topik seperti kekerabatan, distribusi tanah, dan ritual. Ketika antropolog melakukan berkonsentrasi pada bidang psikologi, mereka fokus pada kegiatan dimana data dapat dikumpulkan melalui pengamatan langsung, seperti usia anak-anak di sapih atau praktek pengasuhan anak. Namun, tidak ada tubuh yang signifikan data antropologi pada banyak pertanyaan yang lebih abstrak sering ditangani oleh psikolog, seperti konsepsi budaya intelijen.
Kepribadian dengan Psikologi Lintas Budaya. 

Kepribadian merupakan konsep dasar psikologi yang berusaha menjelaskan keunikan manusia. Kepribadian mempengaruhi dan menjadi kerangka acuan dari pola pikir dan perilaku manusia, serta bertindak sebagi aspek fundamental dari setiap individu yang tak lepas dari konsep kemanusiaan yang lebih nesar, yaitu budaya sebagai konstuk sosial. Menurut Roucek dan Warren, kepribadian adalah organisasi yang terdiri atas faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis. Hal pertama yang menjadi perhatian dalam studi lintas budaya dan kepribadian adalah perbedaan diantara keberagaman budaya dalam memberi definisi kepribadian. Dalam literature-literatur Amerika umumnya kepribadian dipertimbangkan sebagai perilaku, kognitif dan predisposisi yang relatif abadi. Definisi lain menyatakan bahwa kepribadian adalah serangkaian karakteristik pemikiran, perasaan dan perilaku yang berbeda antara individu dan cenderung konsisten dalam setiap waktu dan kondisi.
Ekologi dengan psikologi lintas budaya
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya.
Jadi hubungan Psikologi lintas budaya dengan ilmu ekologi adalah melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok entnik berdasarkan interaksi antara organisme dengan likngkungannya.
Biologi dengan psikologi Lintas budaya
Biologi atau ilmu hayat adalah ilmu yang mempelajari aspek fisik kehidupan.
Jadi hubungan Psikologi lintas budaya dengan ilmu biologi adalah melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok entnik dengan mempelajari aspek kehidupan fisik makhluk hidup.

D. Perbedaan psikologi lintas buadaya dengan psikologi indigenous, psikologi budaya, dan antropologi


Psikologi Indigenous
Indigenous Psychology merupakan suatu terobosan baru dalam dunia psikologi yang mana merupakan suatu untuk memahami manusia berdasarkan konteks kultural/budaya. Indigenous psychology dapat juga didefinisikan sebagai pandangan psikologi yang asli pribumi dan memiliki pemahaman mendasar pada fakta-fakta atau keterangan yang dihubungkan dengan konteks kebudayaan setempat. Indigenous Psychology merupakan suatu terobosan baru dalam dunia psikologi yang mana merupakan suatu untuk memahami manusia berdasarkan konteks kultural/budaya. Indigenous psychology dapat juga didefinisikan sebagai pandangan psikologi yang asli pribumi dan memiliki pemahaman mendasar pada fakta-fakta atau keterangan yang dihubungkan dengan konteks kebudayaan setempat.
Jadi perbedaan Psikologi lintas budaya dengan Psikologi Indigenous adalah Psikologi lintas budaya berfokus pada membicararakan isu, konsep dan metode yang dikembangkan oleh komunitas ilmiah di barat, kebanyakan Amerika Serikat dan Eropa Barat, dan yang dipelajari di timur, kebanyakan negara dunia. Sedangkan Psikologi Indigenous mencakup studi tentang isu dan konsep yang mencerminkan kebutuhan dan realitas dari budaya tertentu dalam hal ini, tentu akan banyak upaya untuk memodifikasi instrumen guna memasukkan perspektif indigenus/setempat.
Psikologi Budaya
Psikologi budaya adalah studi tentang cara tradisi budaya dan praktek sosial meregulasikan, mengekspresikan, mentransformasikan dan mengubah psike manusia.
Jadi perbedaan Psikologi lintas budaya dengan Psikologi budaya adalah Psikologi lintas budaya  melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik sedangkan Psikologi budaya melihat bagaimana budaya dapat mentransformasikan dan mengubah psike seseorang.
Antropologi
Menurut Koentjaraningrat, Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
Jadi perbedaan Psikologi lintas budaya dengan Antropologi adalah Psikologi lintas budaya  melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik sedangkan Antropologi melihat bagaimana manusia dalam suatu masyarakat melahirkan suatu kebudayaan.

sumber :
http://mhikkyu.blogspot.com/2011/10/psikologi-lintas-budaya.htmlhttp://id.wikipedia.org/wiki/psikologi_Lintas_budaya

Senin, 19 Maret 2012

a-DHA paket cream Lengkap





Paket a-DHA cream whitenging series + paket cream siang malam + serum Vitamin C
Hanya Rp : 300.000,- 

pemesanan via sms / Tlp ke :

0897-9227389

a-DHA paket cream









a-DHA series kini hadir dengan design & formula baru yang lembut dan ringan. melindungi kulit terhadap efek buruk sinar matahari yang menyebaban noda hitam dan kulit kering. mengandung whitening agent yang mampu mebuat wajah tampak lebih cerah.
mengandung nano tekhnology dan oil free yang berguna untuk mengurangi kerut dan & meningkatkan elastisitas kulit serta membuat kulit wajah terasa lembut serta ringan.
Di buat dengan bahan-banahan alami seperti :
- Hamamelis virginia L yaitu tumbuhan yang perdu yang biji-bijinya dapat menghaluskan ulit, dan kandungan zatnya dapat ,menyembuhkan peradangan.
- Ganoderma Lucidum yaitu sejenis kaluraga jamur yang sering disebut sebagai raja jamur, jamur lingzhi yang mengandung banyak nutrisi terbaik untuk memperbaiki sel-sel di dalam tubuh dan dapan mencegah penuaan dini.
- Malaleuca Alternafiola yaitu tumbuhan yang menyerupai ganggang inlah tumbuhan yg sangat efektif untuk menggantikan sel-sel kulit mati
- Mineral Oil yaitu pelembab alami yang membantu melenturkan dan juga membuat kulit tersa fresh dan rileks sepanjang hari.
sabun dan cream a-DHA ini sangat berguna untuk
- Melembabkan dan memutihkan serta mencerahkan kulit
- Membantu meyamarkan noda hitam
- Mencegah tibulnya jerawat
- Menyamarkan garis halus dan memperlambat penuaan dini serta mengecilkan pori-pori.
Tersedia dalam berbagai jenis paket kecantikan a-DHA yaitu :
Kemasan pink : untuk kulit normal ( usia 20thn keatas )
Kemasan Hijau : Untuk kulit berjerawat, flek hitam ( Usia 40thn keatas)
di lindungi aman karena telah mendapat izin dari DEPKES TDI No : 503.058/Dep.I.01
harga per box isi 2 sabun, cream siang dan cream malam Rp. 100.000,-
untuk pemesanan hubungi via tlp / sms ke :
0897-9227389

Trauma akibat pelecehan seksual

  Sebut saja seorang wanita paruh baya bernama ms.X, pekerjaan dia adalah seorang ibu rumah tangga dan penjual sayur mayur di daerah rumah dengan berkeliling. mempunyai 3 orang anak yang baru berumur berkisar SMA,SMP, dan kelas 6 SD, pada suatu pagi sekitar pukul 03.45 wib dia berangkat menuju pasar kemiri muka dikawasan depok, ms.x harus naik angkot yang mengarah ke pasar tersebut, ketika ia menyetop angkot itu, terdapat didalamnya 2 orang laki-laki dan 2 orang wanita, tanpa ragu ms.x langsung menaikinya karena dia berfikir ada sesama wanita didalamnya, ternyata dia di bawa jauh dr area pasar yang seharusnya sudah sampai dari beberapa saat yang lalu, dan 2 orang wanita tersebut turun disekita jln margonda raya. kemudian ms.x di bawa muter mengelilingi kawasan depok dan disuatu tempat dia di perkosa oleh 2 penumpang angkot tersebut beserta sang supir. sampai keadaan ditemukannya ms.x dan kembali kerumah keadaannya masih terlihat shock atas perbuatan yang dialaminya, dan pihak keluargapun amat geram dengan kejadia yang menimpa istri sekaligus ibu mereka.
  Stressor yang menghasilkan gangguan ini selain bencana yang dibuat oleh manusia adalah bencana alam, kecelakaan alat transportasi yang hebat, dan peperangan. 


  Dalam teori kesehatan mental terdapat salah satunya pendapan dari para ahli diantara yang saya ambil adalah teori traumatic dari simud freud. Menurut Sigmund Freud trauma adalah ingatan yang direpresi. Apakah setiap trauma dapat mengakibatkan PTSD? Tentu saja TIDAK. Sebagaimana dikemukakan di atas, trauma luar biasa saja yang dapat menyebabkan PTSD atau dengan istilah lain “Post Traumatic Stress Disorder” . Selain itu faktor lain yang berpengaruh adalah jenis trauma, lamanya kejadian, berulangnya kejadian, latar belakang mental individu, dan tidak kalah penting yaitu dukungan dari teman dan keluarga.
Individu dengan latar belakang mental yang kuat akan tetap tegar meskipun mendapat trauma yang berat. Sebaliknya pada individu yang mudah luka (vulnerable), mendapat trauma yang kecil pun dapat mengalami PTSD.

  Gejala-gejala PTSD bisa berupa perasaan seolah-olah mengalami kembali peristiwa traumatik (flash back), mimpi buruk, kacaunya ingatan, perasaan kecewa, dan gangguan tidur atau insomnia. Juga reaksi kaget yang berlebihan dan waspada berlebihan.
Gejala lainnya adalah gangguan panik, ingin menghindari orang lain, penyalahgunaan zat, sampai dengan gangguan psikotik akut. Juga ada penyangkalan, yaitu penderita tidak ingin berhubungan lagi dengan sesuatu yang dapat mengingatkannya lagi dengan traumanya.

Senin, 12 Maret 2012

Psikologi Kesehatan Mental


Kali ini saya akan membahas seputar Psikologi Mental. 


Definisi Kesehatan Mental
Mental hygiene merujuk pada pengembangan dan aplikasi seperangkat prinsip-prinsip praktis yang diarahkan kepada pencapaian dan pemeliharaan unsur psikologis dan Pencegahan dari kemungkinan timbulanya kerusakan mental atau malajudjusment. Kesehatan mental terkait dengan (1) bagaimana kita memikirkan, merasakan menjalani kehidupan sehari-hari; (2) bagaimana kita memandang diri sendiri dan sendiri dan orang lain; dan (3) bagaimana kita mengevaluasi berbagai alternatif dan mengambil keputusan. Seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental sangat penting bagi setiap fase kehidupan. kesehatan mental meliputi upaya-upaya mengatasi stres, berhubungan dengan orang lain, dan mengambil keputusan.
Kesehatan mental tertentang dari yang baik sampai dengan yang buruk, dan setiap orang akan mengalaminya. tidak sedikit orang, pada waktu-waktu tertentu mengalami masalah-masalah kesehatan mental selama rentang kehidupannya. Fungsi-fungsi jiwa seperti pikiran, perasaan, sikap, pandangan dan keyakinan hidup, harus dapat saling membantu dan bekerjasama satu sama lain sehingga dapat dikatakan adanya keharmonisan yang menjauhkan orang dari perasaan ragu dan terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin (konflik).
  1. Hadfield : ”upaya memeliharaan mental yang sehat dan mencegah agar mentak tidak sakit”. 
  2. Alexander Schneiders : ”suatu seni yang praktis dalam mengembangkan dan menggunakan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan kesehatan mental dan penyesuaian diri, serta pencegahan dari gangguan-gangguan psikologis”. 
  3. Carl Witherington : ”ilmu pemeliharaan kesehatan mental atau sistem tentang prinsip, metode, dan teknik dalam mengembangkan mental yang sehat”.
Berikut merupakan beberapa perkembangan Kesehatan mental dari berbagai zaman hingga dikenal sampai saat ini dan masih menjadi perbincangan :


Zaman Prasejarah
Manusia purba sering mengalami gangguan mental atau fisik, seperti infeksi, artritis, dll.
Zaman peradaban awal
  1. Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental) 
  2. Hypocrates (Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental) 
  3. Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa)
Zaman Renaissesus
Pada zaman ini di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.
Era Pra Ilmiah
1. Kepercayaan Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.
2. Kepercayaan Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.
Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.
Era Modern
Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.
Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.
Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the Mental Hygiene Movement. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.
Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.
Bebarap tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi
  1. Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan. 
  2. Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya. 
  3. Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental. 
  4. Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.
Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation forMental Health dan The World Health Organization.
Syamsu Yusuf. 2009. Mental Hygiene. Bandung : Maestro


 Berikut ini merupakan karakteristik mental seseorang yang dapat di katakan sebagai mental yang sehat, yakni diantaranya :
KARAKTERISTIK MENTAL YANG SEHAT
1. Terhindar dari Gangguan Jiwa
Zakiyah Daradjat (1975) mengemukakan perbedaan antara gangguan jiwa (neurose) dengan penyakit jiwa (psikose), yaitu:
  1. Neurose masih mengetahui dan merasakan kesukarannya, sebaliknya yang kena psikose tidak. 
  2. Neurose kepribadiannya tidak jauh dari realitas dan masih hidup dalam alam kenyataan pada umumnya. sedangkan yang kena psikose kepribadiaannya dari segala segi (tanggapan, perasaan/emosi, dan dorongan-dorongan) sangat terganggu, tidak ada integritas, dan ia hidup jauh dari alam kenyataan.
2. Dapat menyesuaikan diri
Penyesuaian diri (self adjustment) merupakan proses untuk memperoleh/ memenuhi kebutuhan (needs satisfaction), dan mengatasi stres, konflik, frustasi, serta masalah-masalah tertentu dengan cara-cara tertentu. Seseorang dapat dikatakan memiliki penyesuaian diri yang normal apabila dia mampu memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalahnya secara wajar, tidak merugikan diri sendiri dan lingkungannya, serta sesuai denagn norma agama.
3. Memanfaatkan potensi semaksimal mungkin
Individu yang sehat mentalnya adalah yang mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya, dalam kegiatan-kegiatan yang positif dan konstruktif bagi pengembangan kualitas dirinya. pemanfaatan itu seperti dalam kegiatan-kegiatan belajar (dirumah, sekolah atau dilingkungan masyarakat), bekerja, berorganisasi, pengembangan hobi, dan berolahraga.
4. Tercapai kebahagiaan pribadi dan orang lain
Orang yang sehat mentalnya menampilkan perilaku atau respon-responnya terhadap situasi dalam memenuhi kebutuhannya, memberikan dampak yang positif bagi dirinya dan atau orang lain. dia mempunyai prinsip bahwa tidak mengorbankan hak orang lain demi kepentingan dirnya sendiri di atas kerugian orang lain. Segala aktivitasnya di tujukan untuk mencapai kebahagiaan bersama.
Karakteristik pribadi yang sehat mentalnya juga dijelaskan pada tabel sebagai berikut (Syamsu Yusuf LN ; 1987).

ASPEK PRIBADI
KARAKTERISTIK
Fisik
Perkembangannya normal.
Berfungsi untuk melakukan tugas-tugasnya.
Sehat, tidak sakit-sakitan.
Psikis
Respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
Memiliki Insight dan rasa humor.
Memiliki respons emosional yang wajar.
Mampu berpikir realistik dan objektif.
Terhindar dari gangguan-gangguan psikologis.
Bersifat kreatif dan inovatif.
Bersifat terbuka dan fleksibel, tidak difensif.
Memiliki perasaan bebas untuk memilih, menyatakan pendapat dan bertindak.
Sosial
Memiliki perasaan empati dan rasa kasih sayang (affection) terhadap orang lain, serta senang untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang memerlukan pertolongan (sikap alturis).
Mampu berhubungan dengan orang lain secara sehat, penuh cinta kasih dan persahabatan.
Bersifat toleran dan mau menerima tanpa memandang kelas sosial, tingkat pendidikan, politik, agama, suku, ras, atau warna kulit.
Moral-Religius
Beriman kepada Allah, dan taat mengamalkan ajaran-Nya.
Jujur, amanah (bertanggung jawab), dan ikhlas dalam beramal.

Uraian diatas, menunjukan ciri-ciri mental yang sehat, sedangkan yang tidak sehat cirinya sebagai berikut :
  1. Perasaan tidak nyaman (inadequacy) 
  2. Perasaan tidak aman (insecurity) 
  3. Kurang memiliki rasa percaya diri (self-confidence) 
  4. Kurang memahami diri (self-understanding) 
  5. Kurang mendapat kepuasan dalam berhubungan sosial 
  6. Ketidakmatangan emosi 
  7. Kepribadiannya terganggu 
  8. Mengalami patologi dalam struktur sistem syaraf (thorpe, dalam schneiders, 1964;61).
Syamsu Yusuf. 2009. Mental Hygiene. Bandung : Maestro
Sumber :

Sabtu, 07 Januari 2012

Jurnal Psikologi dengan Internet


Jurnal AllPsych

Internet Addiction Disorder Internet Addiction Disorder
Maria Garcia Duran Maria Garcia Duran
December 14, 2003 14 Desember 2003



Abstract Abstrak

So far addictions have mainly focused on highs that are produced from the use of drugs or other external forces that affect the brain's chemical responses. Sejauh ini telah kecanduan terutama difokuskan pada tertinggi yang dihasilkan dari penggunaan obat atau kekuatan eksternal lainnya yang mempengaruhi respon kimia otak.  However it has recently been brought to the public's attention that an individual can receive a similar kind of “high” from using the Internet. Namun baru-baru ini telah dibawa ke perhatian publik bahwa seseorang dapat menerima serupa "tinggi" dari menggunakan Internet.   This malady has been termed Internet Addiction Disorder (IAD). Penyakit ini telah disebut internet Ketergantungan Disorder (IAD).   The research for this disorder is fairly new and scarce, but the results leave something to mull over. Penelitian untuk gangguan ini cukup baru dan langka, tetapi hasilnya meninggalkan sesuatu untuk memikirkan.   It affects everyone involved with the “user,” and moreover there are a few psychologists who know how to treat it. Ini mempengaruhi semua orang yang terlibat dengan "pengguna," dan terlebih lagi ada beberapa psikolog yang tahu bagaimana mengobatinya.    


Internet Addiction Disorder Internet Addiction Disorder

The growth of a hardly satisfied and very innovative population has created an environment where the saturated use of the computer, and its additional benefits is an orthodox. Pertumbuhan populasi yang hampir tidak puas dan sangat inovatif telah menciptakan sebuah lingkungan di mana penggunaan jenuh dari komputer, dan manfaat  tambahan adalah suatu ortodoks.   It no longer matters where one travels or how much room for luggage one has, a computer can be brought regardless of the inconveniences. Itu tidak lagi penting di mana satu perjalanan atau berapa banyak ruang untuk bagasi yang kita miliki, komputer bisa dibawa terlepas dari ketidaknyamanan.                      This availability opens a door to the Internet that can be accessed from almost anywhere a person whishes to render its services. Ketersediaan ini membuka pintu untuk internet yang dapat diakses dari hampir di mana saja seseorang whishes untuk memberikan layanannya.   Just like any other hobby however some of its users start to spend an extended amount of time in it, which can lead to an addiction of the pastime. Sama seperti hobi lain namun beberapa dari penggunanya mulai menghabiskan jumlah waktu yang panjang di dalamnya, yang dapat menyebabkan kecanduan dari hobi.   These people who cross the line are said to be suffering from a newfound diagnosis termed by researchers as Internet Addiction Disorder or (IAD) (Dr. Grohol, 2003, par. 1). Orang-orang yang melewati batas dikatakan menderita diagnosis baru ditemukan disebut oleh peneliti sebagai Internet Addiction Disorder atau (IAD) (Dr Grohol, 2003, par. 1).   
Since the craving people have to use the Internet unrestrained is a fairly new concept that has been brought to public attention just recently there has not been much research done in the field to date. Karena keinginan orang harus menggunakan terkendali Internet adalah sebuah konsep yang cukup baru yang telah dibawa ke perhatian publik baru-baru ini belum ada banyak penelitian yang dilakukan di lapangan sampai saat ini.   And it is still a very debatable question whether it exists or not. Dan itu masih merupakan pertanyaan yang sangat diperdebatkan apakah itu ada atau tidak.   Some say that the Internet is addictive to the point where it controls one's life, others say that it is not the same as getting high or drunk to an extreme. Beberapa orang mengatakan bahwa Internet adalah adiktif ke titik di mana ia mengendalikan hidup seseorang, yang lain mengatakan bahwa itu tidak sama seperti mendapatkan tinggi atau mabuk ke ekstrim.   Nevertheless the Internet is affecting the people who use it extensively whether it be called addictive or not. Meskipun demikian Internet adalah mempengaruhi orang-orang yang menggunakannya secara ekstensif apakah itu disebut adiktif atau tidak.
According to Dr. John Grohol the original research cases were exploratory surveys which do not explain the relationship between the supposed behavior and its cause (2003, par. 2). Menurut Dr John Grohol kasus penelitian asli survei eksplorasi yang tidak menjelaskan hubungan antara perilaku seharusnya dan penyebabnya (2003, par. 2).   In other words, the surveys can explain why a person feels and behaves in certain way, but they cannot conclude that the behavior has been caused by the prolonged usage of the internet (Dr. Grohol, 2003, par. 2). Dengan kata lain, survei dapat menjelaskan mengapa seseorang merasa dan berperilaku dengan cara tertentu, tetapi mereka tidak dapat menyimpulkan bahwa perilaku tersebut telah disebabkan oleh penggunaan yang berkepanjangan dari internet (Dr Grohol, 2003, par. 2).   Grohol does, nevertheless, agree that people do have problems from spending too much time on the computer, and he relates to the idea that people engage in the activity because they do not want to deal with the problems in their lives (2003, par. 4). Grohol tidak, bagaimanapun, setuju bahwa orang memiliki masalah dari menghabiskan terlalu banyak waktu pada komputer, dan dia berhubungan dengan gagasan bahwa orang terlibat dalam kegiatan ini karena mereka tidak mau berurusan dengan masalah-masalah dalam hidup mereka (2003, par. 4).   It Ini   is similar to the behavior that a person who watches a lot of TV reveals, or the person who reads an abundant amount of books, or that of the person who goes out for a few drinks regularly. mirip dengan perilaku bahwa seseorang yang menonton banyak TV mengungkapkan, atau orang yang membaca jumlah berlimpah buku, atau bahwa orang yang pergi keluar untuk minum-minum secara teratur.
An alternative theory as to why people use the Internet to a great extent is a very plausible idea. Sebuah teori alternatif mengenai mengapa orang menggunakan Internet untuk sebagian besar adalah ide yang sangat masuk akal.   Dr. Grohol has made a model (see insertion 1) where the individual is said to go through phases in their discovery of the Internet and its resources. Dr Grohol telah membuat sebuah model (lihat penyisipan 1) di mana individu dikatakan untuk pergi melalui fase-fase dalam penemuan mereka tentang Internet dan sumber dayanya.                      The first stage occurs when the individual is new to the environment, a newcomer, or is an existing user that finds a new activity, it is referred to as the stage of enchantment or obsession (Dr. Grohol, 2003, par. 20). Tahap  pertama terjadi ketika individu baru untuk lingkungan, pendatang baru, atau pengguna yang sudah ada yang menemukan aktivitas baru, ini disebut sebagai tahap pesona atau obsesi (Dr Grohol, 2003, par. 20).   This is the phase that is highly “addictive” to the individual until of course they reaches stage two, disillusionment (Dr. Grohol, 2003, par. 20). Ini adalah fase yang sangat "adiktif" untuk individu sampai tentu saja mereka mencapai tahap dua, kekecewaan (Dr Grohol, 2003, par. 20).   In this stage the individual has to become uninterested in the activity they engage is so often, once that is accomplished the individual can safely reach the third stage, Balance (Dr. Grohol, 2003, par. 20). Pada tahap ini individu telah menjadi tertarik pada kegiatan yang mereka terlibat begitu sering, sekali yang dicapai individu dengan aman dapat mencapai tahap ketiga, Saldo (Dr Grohol, 2003, par. 20).   This balance symbolized a normalized usage of the internet, it is reached at a different period by everyone and the phases can still be recycled if the individual finds another interesting new activity (Dr. Grohol, 2003, par. 20). Keseimbangan ini menyimbolkan penggunaan normal dari internet, hal itu tercapai pada periode yang berbeda dengan semua orang dan fase masih dapat didaur ulang jika individu lain menemukan aktivitas baru yang menarik (Dr Grohol, 2003, par. 20).   
The enterprises most people engage in while on the Internet deal with chat rooms, discussion forums, e-mailing, or on-line gambling. Perusahaan kebanyakan orang terlibat dalam kesepakatan sementara di Internet dengan chat room, forum diskusi, e-mail, atau on-line perjudian.   This action is therefore said to be nothing more than socialization (Dr. Grohol, 2003, par. 17). Tindakan ini Oleh karena itu dikatakan tidak lebih dari sosialisasi (Dr Grohol, 2003, par. 17).   Even though this new kind of socialization is employed in a different kind of modality. Meskipun jenis baru ini sosialisasi digunakan dalam berbagai jenis modalitas.   David Greenfield, PhD, founder of the Center for Internet Studies disagreed by quoting that "It's (the Internet) a socially connecting device that's socially isolating at the same time (DeAngelis, 2000, par. 7)." David Greenfield, PhD, pendiri Pusat Studi internet tidak setuju dengan mengutip bahwa "Ini (internet) yang menghubungkan perangkat sosial yang mengisolasi secara sosial pada waktu yang sama (DeAngelis, 2000, par. 7)."    
Researchers who concur that the Internet is addictive have already established that the disorder develops into a dependency for the person; they experience tolerance and withdrawal affects (Ferris, par. 1). Para peneliti yang setuju bahwa internet adalah adiktif telah menetapkan bahwa gangguan tersebut berkembang menjadi ketergantungan bagi orang tersebut; mereka mengalami toleransi dan penarikan mempengaruhi (Ferris, par 1.).                      Similar to what an addict of any other substance goes through, and becomes just as isolated as them. Mirip dengan apa yang pecandu dari setiap substansi lainnya berjalan melalui, dan menjadi sama seperti terisolasi seperti mereka.   Rejecting the real world and adopting the Internet as a route of escape to a mood altering experience (DeAngelis, 2000, par. 8). Menolak dunia nyata dan mengadopsi Internet sebagai rute melarikan diri ke suasana hati yang mengubah pengalaman (DeAngelis, 2000, par. 8).  
The rationale why people become addicted to the Internet is vast. Alasan mengapa orang menjadi kecanduan Internet adalah luas.   Some theories to explain addiction disorders are rooted with behavioral explanations, psychodynamic and personality explanations, sociocultural explanations, and biomedical explanations (Ferris, par. 5). Beberapa teori untuk menjelaskan gangguan kecanduan berakar dengan penjelasan perilaku, psikodinamik penjelasan dan kepribadian, penjelasan sosiokultural, dan penjelasan biomedis (Ferris, par. 5).  The behavioral view is that the individual functions under BF Skinner's operant conditioning (Ferris, par. 8). Pandangan perilaku adalah bahwa fungsi individu di bawah pengkondisian operan BF Skinner (Ferris, par. 8).   In which the subject can either be rewarded positively, negatively, or be punished for their course of action. Di mana subjek dapat dihargai positif, negatif, atau dihukum karena tindakan mereka.   An example of it would be an individual who has always been too timid to met new people and make acquaintances. Sebuah contoh akan menjadi individu yang selalu terlalu malu untuk orang-orang baru bertemu dan berkenalan.   For this individual the Internet would represent the means to experience love, hate, satisfaction, and fulfillment without interacting face to face with another person (Ferris, par. 8). Untuk individu ini akan mewakili Internet sarana untuk pengalaman cinta, benci, kepuasan, dan pemenuhan tanpa berinteraksi tatap muka dengan orang lain (Ferris, par. 8).   A rewarding experience that could become reinforcing in itself. Sebuah pengalaman berharga yang bisa menjadi penguat dalam dirinya sendiri.
The psychodynamic and personality explanations to addiction deal with the individual and his/her experiences. Para psikodinamik dan kepribadian penjelasan untuk menangani kecanduan dengan individu dan / nya pengalaman.   Depending on the childhood events that affect the individuals as children and the personalities traits they developed, they become predisposed to develop an addictive behavior, or none whatsoever (Ferris, par. 6). Tergantung pada peristiwa masa kanak-kanak yang mempengaruhi individu sebagai anak-anak dan ciri kepribadian yang mereka kembangkan, mereka menjadi cenderung untuk mengembangkan perilaku adiktif, atau tidak ada sama sekali (Ferris, par. 6).   It is not the subject or the activity that is important in this case, but the individual, and the foundation under which they become addictive. Ini bukan subjek atau aktivitas yang penting dalam kasus ini, tapi individu, dan dasar di mana mereka menjadi adiktif.   A foreign exchange student can be liable to go on the Internet looking for familiarity and in the process is susceptible to a desire to be mentally there all the time. Seorang mahasiswa valuta asing dapat bertanggung jawab untuk pergi di Internet mencari keakraban dan dalam proses ini adalah rentan terhadap keinginan untuk menjadi mental sana sepanjang waktu.
Sociocultural explanations illustrate addicts according to their race, sex, age, economic status, religion, and country (Ferris, par. 7). Penjelasan sosiokultural menggambarkan pecandu menurut ras, jenis kelamin, usia, status ekonomi, agama, dan negara (Ferris, par. 7).   However there is not enough diversity among the current Internet users to affirm that that kind of a statement as valid. Namun tidak ada perbedaan yang cukup di kalangan pengguna internet saat ini untuk menegaskan bahwa jenis pernyataan sebagai valid.   For example alcoholism has been said to be more common in Native Americans, Irish Americans, and Catholics (Ferris, par.7). Misalnya alkoholisme telah dikatakan lebih umum pada penduduk asli Amerika, Irlandia Amerika, dan Katolik (Ferris, par.7).  
The biomedical explanations deal with hereditary and congenial factors, chemical imbalances in the brain and neurotransmitters (Ferris, par. 9). Penjelasan biomedis berurusan dengan faktor keturunan dan menyenangkan, kimia ketidakseimbangan di otak dan neurotransmitter (Ferris, par. 9).   This suggestion resembles the use of prescribed drugs by patients who need the chemical balance in the brain, or those who get a high from running, or gambling. Saran ini menyerupai penggunaan obat yang diresepkan oleh pasien yang membutuhkan keseimbangan kimiawi dalam otak, atau mereka yang mendapatkan tinggi dari berjalan, atau perjudian.   The Internet provides a temporary high. Internet menyediakan tinggi sementara.
The largest survey to date on the subject was conducted in 1998 with 18,000 participants by David Greenfield (DeAngelis, 2000, par. 8). Survei terbesar untuk tanggal subjek dilakukan pada tahun 1998 dengan 18.000 peserta oleh David Greenfield (DeAngelis, 2000, par. 8).   He found that 5.7 percent of those who participated in the survey met his criteria for compulsive Internet usage (DeAngelis, 2000, par. 8). Ia menemukan bahwa 5,7 persen dari mereka yang berpartisipasi dalam survei itu memenuhi kriteria untuk penggunaan internet kompulsif (DeAngelis, 2000, par. 8).   Greenfield believes that “the psychoactive nature of the Internet” is expressed by addicts who experiences time distortion, accelerated intimacy and decreased inhibition (DeAngelis, 2000, par. 9). Greenfield percaya bahwa "sifat psikoaktif Internet" dinyatakan oleh para pecandu yang mengalami distorsi waktu, keintiman dipercepat dan inhibisi menurun (DeAngelis, 2000, par. 9).   He admits that “there is something strong and powerful” about Internet addiction, and that most affected areas seem to be marriages and relationships (DeAngelis, 2000, par. 11). Dia mengakui bahwa "ada sesuatu yang kuat dan kuat" tentang kecanduan internet, dan bahwa daerah yang paling terkena tampaknya pernikahan dan hubungan (DeAngelis, 2000, par. 11).   This straining on marriages and relationships seems to be transpired from the compulsive use of pornography, cybersex and cyberaffairs. Hal ini tegang pada pernikahan dan hubungan tampaknya terjadi dari penggunaan kompulsif pornografi, cybersex dan cyberaffairs.   There was even a 62 percent acknowledgement of people who logged on to pornographic sites for an average of four hours a week to view the material (DeAngelis, 2000, par. 10). Bahkan ada pengakuan 62 persen orang yang login ke situs pornografi untuk rata-rata empat jam seminggu untuk melihat materi (DeAngelis, 2000, par. 10).   Out of the percentage that logs on to pornographic sites 37.5 percent users confessed that they masturbated while online (DeAngelis, 2000, par. 10). Dari persentase yang log on ke situs porno 37,5 persen pengguna mengaku bahwa mereka melakukan masturbasi saat online (DeAngelis, 2000, par. 10).  
In another research conducted by psychologist Kimberly S. Young, Ph. D., there were 496 heave Internet participants who were compared to the clinical criteria for Pathological gamblers (Young, 1996, par. 1). Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh psikolog Kimberly S. Young, Ph D., ada 496 peserta yang angkat internet dibandingkan dengan kriteria klinis untuk penjudi patologis (Young, 1996, par. 1).   The reason this was done was because Pathological gambling is considered the closest type of addiction to internet addiction since it involves failed impulse control without involving an intoxicant (Young, 1996, par. 1). Alasan ini dilakukan adalah karena judi patologis dianggap jenis terdekat dari kecanduan kecanduan internet karena melibatkan kontrol impuls gagal tanpa melibatkan memabukkan (Young, 1996, par. 1).   The participant had to meet four or more of the criteria (see insertion 2) to be classified as a “dependent” Internet user; if the participant did not meet the criteria over a 12-month period then they were considered “non-dependent” users (Young, 1996, par. 2). Peserta harus memenuhi empat atau lebih dari kriteria (lihat penyisipan 2) harus diklasifikasikan sebagai pengguna "bergantung" internet, jika peserta tidak memenuhi kriteria selama periode 12-bulan kemudian mereka dianggap "non-dependent" pengguna (Young, 1996, par. 2).   Of the ones who volunteered 239 females and 157 males were classified as dependent, and 54 females and 46 males where considered non-dependent (Young, 1996, par. 3). Dari orang-orang yang sukarela 239 perempuan dan 157 laki-laki yang diklasifikasikan sebagai tergantung, dan 54 perempuan dan 46 laki-laki mana dianggap non-dependent (Young, 1996, par. 3).   The dependency of the internet on an individual can harshly “disrupt one's academic, social, financial and occupational life” said Young, just like any other disorder; gambling, drug use, or eating disorders (1996, par. 4). Ketergantungan internet pada individu keras bisa "mengganggu kehidupan seseorang akademik, sosial, keuangan dan pekerjaan" kata Young, seperti gangguan lainnya, gangguan perjudian, penggunaan narkoba, atau makan (1996, par 4.).  
There have been publicly announced people who are said to suffer for IAD (Internet Addiction Disorder). Ada mengumumkan orang-orang yang dikatakan menderita untuk IAD (Internet Addiction Disorder).   One case was, reported in the New York Times, of a woman who had been divorced by her husband because of her excessive use of the Internet. Satu kasus itu, dilaporkan dalam New York Times, seorang wanita yang telah diceraikan oleh suaminya karena penggunaan yang berlebihan nya Internet.   Still the woman did not come to her senses and continued to use the internet so much that she forgot to buy food for her children, to take them to doctor appointments, and to buy enough oil to warm her home (Ferris, par. 10). Masih wanita tidak datang ke akal sehatnya dan terus menggunakan internet sehingga ia lupa untuk membeli makanan untuk anak-anaknya, untuk membawa mereka ke dokter, dan untuk membeli minyak yang cukup untuk menghangatkan rumahnya (Ferris, par. 10) .   There is also the story of a seventeen year old who suffered from Internet withdrawal symptoms; when taken to a drug and alcohol rehabilitation center his body convulsed about, and her started to throw chairs around  (Ferris, par. 10). Ada juga kisah tujuh belas tahun tua yang menderita gejala penarikan internet, ketika dibawa ke sebuah obat dan pusat rehabilitasi alkohol tubuhnya mengejang tentang, dan dia mulai melemparkan kursi sekitar (Ferris, par 10.).  
Treatment for people who have been diagnosed with Internet Addiction is very hard to find. Pengobatan untuk orang yang telah didiagnosis dengan Kecanduan Internet sangat sulit untuk menemukan.   First, one has to deal with finding a psychologist or a physician who will see eye to eye and acknowledge that the disorder is real, and not Pertama, kita harus berurusan dengan mencari seorang psikolog atau dokter yang akan melihat mata ke mata dan mengakui bahwa gangguan itu nyata, dan tidak   attributes to another disorder (King, 1996, par. 29). atribut lain gangguan (Raja, 1996, par. 29).   Then, there's the lack of the psychologists' knowledge of Lalu, ada kurangnya pengetahuan psikolog 'dari   how to diagnose a treatment, and conduct the follow-ups for the IAD patients (King, 1996, par. 29). bagaimana untuk mendiagnosis pengobatan, dan melakukan tindak lanjut untuk pasien IAD (Raja, 1996, par. 29).   Going cold turkey can of course work for some, but not for everyone because  it requires a lot of positive support and anti-depressants. Pergi kalkun dingin dapat tentu saja bekerja untuk beberapa, tapi tidak untuk semua orang karena membutuhkan banyak dukungan positif dan anti-depresan.   In that (cold turkey) category the people who work in a job where the computer is a Dalam kategori (kalkun dingin) orang-orang yang bekerja dalam pekerjaan di mana komputer adalah requirement, and not a choice, would definitely fail the treatment miserably. persyaratan, dan bukan pilihan, pasti akan gagal pengobatan sedih.  
Analogous to the treatments of addictions or semi-addictions, methods to treat Internet addicts have been created. Analog dengan perawatan kecanduan atau semi-kecanduan, metode untuk mengobati pecandu internet telah diciptakan.   One such treatment resembles dieting (King, 1996, par. 30). Salah satu pengobatan tersebut menyerupai diet (Raja, 1996, par. 30).   A twelve-step group program can be develop from the model, Eating Disorder, so that participants can gradually deal with the reduction of the behavior (King, 1996, par. 30). Sebuah program kelompok dua belas langkah dapat berkembang dari model, Makan Disorder, sehingga peserta dapat menangani secara bertahap dengan pengurangan perilaku (Raja, 1996, par. 30).   An additional option would be to use the computer itself as a deterrent in IAD (King, 1996, par. 31). Sebuah opsi tambahan akan menggunakan komputer itu sendiri sebagai pencegah di IAD (Raja, 1996, par 31.).    In this situation though the recovery would be computer assisted. Dalam situasi ini meskipun pemulihan akan dibantu komputer.   The individual's arrival is automatically recorder and so is their departure (King, 1996, par. 31). Kedatangan individu secara otomatis perekam dan begitu juga keberangkatan mereka (King, 1996, par. 31).   In between sessions a reminder flashes on the screen so that the user can stop momentarily and update his/her journal on the computer (King, 1996, par. 31). Di antara sesi pengingat berkedip pada layar sehingga pengguna dapat berhenti sejenak dan memperbarui / nya jurnalnya pada komputer (Raja, 1996, par. 31).   On the journal the users records how their time was spent while on-line (King, 1996, par. 31). Pada jurnal pengguna catatan bagaimana waktu mereka dihabiskan, sementara on-line (King, 1996, par. 31).   This provides users with the opportunity to balance the lingering emotions; whether the activity offered a weighty satisfactory feeling or remorseful one at the end of a session. Ini menyediakan pengguna dengan kesempatan untuk menyeimbangkan emosi tersisa, apakah kegiatan yang ditawarkan perasaan memuaskan berbobot atau satu menyesal di akhir sesi.   
Although there are numerous web sites, and books were one can receive treatment for IAD, Dr. Orzack believes that it should not be treated on-line, and that a “psychopharmacological” is best in some situations (King, 1996, par. 32). Meskipun ada banyak situs web, dan buku adalah salah satu dapat menerima pengobatan untuk IAD, Dr Orzack percaya bahwa hal itu tidak boleh diperlakukan secara on-line, dan bahwa "psychopharmacological" yang terbaik dalam beberapa situasi (Raja, 1996, par. 32 ).   Right now Dr. Orzack treats patients with cognitive behavioral therapy at the psychiatric outpatient clinic of McLean Hospital in Boston, MA (King, 1996, par. 32). Sekarang Dr Orzack memperlakukan pasien dengan terapi perilaku kognitif di klinik rawat jalan psikiatri dari McLean Hospital di Boston, MA (Raja, 1996, par 32.).   Albeit the McLean Hospital only treats individuals it is currently trying to set-up a group oriented treatment program (King, 1996, par. 33). Rumah Sakit McLean meskipun hanya memperlakukan individu saat ini mencoba untuk set-up program yang berorientasi kelompok perlakuan (Raja, 1996, par. 33).   The program has to be able to focus on every individuals needs of treatment since not everyone uses the Internet for the same purposes (King, 1996, par. 33). Program harus dapat fokus pada setiap kebutuhan individu pengobatan karena tidak semua orang menggunakan internet untuk tujuan yang sama (Raja, 1996, par. 33).   
The people who log on to utilize the chat rooms are evidently looking for social acceptance, while the ones who create a role playing persona are eager to be accepted as themselves (King, 1996, par. 33). Orang-orang yang log on untuk memanfaatkan ruang chatting yang jelas mencari penerimaan sosial, sedangkan orang-orang yang menciptakan persona peran bermain sangat ingin diterima sebagai diri mereka sendiri (Raja, 1996, par. 33). Yet the primary step to take in the path Namun langkah utama untuk mengambil jalan   to recovery is to accept and not refute, a defense mechanism mentioned by Freud Sigmund called “denial,” that one might be undergoing Internet Addiction. untuk pemulihan adalah untuk menerima dan tidak menolak, mekanisme pertahanan yang disebutkan oleh Freud Sigmund disebut "penolakan," bahwa orang mungkin akan mengalami Kecanduan Internet.   Once this obstacle is conquered the treatment can be performed healthier than it would have otherwise been with Setelah kendala ini ditaklukkan pengobatan dapat dilakukan lebih sehat dari itu akan dinyatakan telah dengan   patients who rejected they suffered from any kind of disorder. pasien yang menolak mereka menderita dari segala jenis gangguan.
Hopefully the increase in number of individuals who suffer from the disorder can compel Mudah-mudahan peningkatan jumlah individu yang menderita gangguan dapat memaksa   researchers to performs more surveys and study more cases. peneliti untuk melakukan survei lebih dan studi kasus lebih.   Right now, it has not even been listed in the DSM ( Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) as a diagnostic code for health practitioners or psychologists to be reimbursed (Brahn and Markovich, 2002, par. 16). Saat ini, bahkan belum terdaftar dalam (Diagnostik dan Statistik Manual of Mental Disorders) DSM sebagai kode diagnostik untuk praktisi kesehatan atau psikolog untuk diganti (Brahn dan Markovich, 2002, par. 16).   Therefore they call it “impulse control disorder (Brahn and Markovich, 2002, par. 16).” Oleh karena itu mereka menyebutnya "impuls kontrol gangguan (Brahn dan Markovich, 2002, par. 16)."   "The reason why we call it an addiction and not a compulsion is we believe with addiction there is a euphoric component, euphoric recall, and with compulsion there is no euphoria," Parker said defending his view (Brahn and Markovich, 2002, par. 7). "Alasan mengapa kita menyebutnya kecanduan dan bukan paksaan adalah kami percaya dengan kecanduan ada komponen euforia, mengingat euforia, dan dengan paksaan tidak ada euforia," kata Parker membela pandangannya (Brahn dan Markovich, 2002, par. 7).   Jay Parker, along with fellow psychologist Hilarie Cash, run the Internet/Computer Addiction Services in Redmond, Wash. (Brahn and Markovich, 2002, par. 6). Jay Parker, bersama dengan rekan Hilarie Kas psikolog, jalankan Internet / Komputer Jasa Ketergantungan di Redmond, Washington (Brahn dan Markovich, 2002, par. 6).  
King quoted on his web site that “A passion adds value to one's life, and an addiction takes away value (King, 1996, par. 8).” Raja dikutip di situs web bahwa "gairah A menambah nilai pada hidup seseorang, dan kecanduan menghilangkan nilai (Raja, 1996, par. 8)."   So it is best for one to be conscious of the amount of time spent on the Internet and the consequences that could spring from it. Jadi yang terbaik adalah bagi seseorang untuk sadar akan jumlah waktu yang dihabiskan di Internet dan konsekuensi yang bisa muncul dari itu.   Addiction or not the quantity of time spent on the Internet does take away from one's life and detaches those whom one loves most. Kecanduan atau bukan kuantitas waktu yang dihabiskan di Internet tidak mengambil jauh dari kehidupan seseorang dan melepaskan orang-orang yang mencintai salah satu yang paling.   Threading life carefully knowing that time is not a luxury is the best way to go. Kehidupan Threading mengetahui hati-hati waktu yang tidak mewah adalah cara terbaik untuk pergi.     
References Referensi
Brahn, Suzanne and Markovich, Matt. Brahn, Suzanne dan Markovich, Matt.   (2002, March 22). (2002, 22 Maret).   ABC News Com. Addiction or ABC News Com Ketergantungan atau. Compulsion? Paksaan?   Experts Debate Why People Spend Too Much Time Online. [Web Page]. Ahli Debat Mengapa Orang Menghabiskan Waktu Terlalu Banyak online [Web Page]..     Retrieved November 20, 2003, from the World Wide Web: Diperoleh November 20, 2003, dari World Wide Web:
DeAngelis, Tori. DeAngelis, Tori.   (2000, April). (2000, April).   American Psychological Association. American Psychological Association.   Is Internet Addiction Apakah Kecanduan Internet Real? Nyata?   [Web Page]. [Web Page].   Retrieved November 20, 2003, from the World Wide Web: Diperoleh November 20, 2003, dari World Wide Web: http://www.apa.org/monitor/aproo/addiction.html http://www.apa.org/monitor/aproo/addiction.html
Ferris, Jennifer R. Ferris, Jennifer R.   Internet Addiction Disorder: Cause, Symptoms, and Consequences . Internet Addiction Disorder: Penyebab, Gejala, dan Akibat.   [Web [Web Page]. Halaman].   Retrieved November 20, 2003, from the World Wide Web: Diperoleh November 20, 2003, dari World Wide Web:http://www.rider.edu/~suler/psycyber/cybaddict.html http://www.rider.edu/ ~ Suler / psycyber / cybaddict.html
Grohol, John M. Grohol, John M.   (2003, March). (2003, Maret).   Dr. Grohol's Psych Central. Dr Grohol yang Psych Tengah.   Internet Addiction Guide . Panduan Kecanduan internet.   [Web [Web Page]. Halaman].  Retrieved November 20, 2003, from the World Wide Web: Diperoleh November 20, 2003, dari World Wide Web:http://www.psychcentral.com/netaddiction/ http://www.psychcentral.com/netaddiction/
King, Storm A. Raja, Storm A.   (1996, December). (1996, Desember).   Internet Addiction. Kecanduan internet.                      Is the Internet Addictive, or are Addicts Apakah Addictive internet, atau Pecandu Using the Internet . Menggunakan Internet.   [Web Page]. [Web Page].   Retrieved November 20, 2003, from the World Wide Web: Diperoleh November 20, 2003, dari World Wide Web: http://www.webpages.charter.net/stormking/iad.html http://www.webpages.charter.net/stormking/iad.html
Young, Kimberly S. ,Ph.D. Muda, Kimberly S., Ph.D.   Pathological Internet Use: The Emergence of A New Clinical Gunakan internet Patologis: Munculnya Seorang Klinis Baru Disorder,' by Kimberly S. Young, Psy. Gangguan, "oleh Kimberly S. Young, Psy. D. D.   University of Pittsburgh at Bradford, Session University of Pittsburgh di Bradford, Sesi 2127, 11:00-11:50 AM, Saturday, August 10, 1996, Metro Toronto Convention Centre, 2127, 11:00-11:50, Sabtu, 10 Agustus, 1996, Metro Toronto Convention Centre, Exhibit Hall (D-14). Bukti Hall (D-14). http://www.addictions.org/internet.htm. http://www.addictions.org/internet.htm.   [Web Page]. [Web Page].   Retrieved Diperoleh November 20, 2003, from the World Wide Web: http://www.apa.org/releases/internet.html November 20, 2003, dari World Wide Web: http://www.apa.org/releases/internet.html

link nya bisa di lihat disini : http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://allpsych.com/journal/internetaddiction.html